Apr 28, 2009

Perlindungan Masyarakat dan Kualitas Tabung Gas

Konversi minyak tanah ke gas sudah berjalan di berbagai tempat. Kompor dan tabungnya pun sudah disebar. Namun persoalan-persoalan berkaitan dengan itu terus bermunculan. Keluhan tentang kompornya yang bermasalah, tabungnya yang tidak tersedia dan kualitas yang tidak baik, sampai kasus meledaknya tabung gas yang berakibat kebakaran.

Bermula dari keluhan isteri tentang kerusakan kompor gas yang digunakannya. Katanya bermasalah pada saat digunakan, gasnya malah keluar dan menyebar ke mana-mana. Ya sudah, lebik baik tidak usah digunakan daripada membahayakan.

Belakangan terungkap dugaan adanya tabung gas elpiji dengan kualitas rendah. Departemen Perindustrian kemudian berinisiatif menyelidiki hal itu bekerja sama dengan Asosiasi Industri Tabung Baja. Sebelumnya dikabarkan telah beredar lebih dari 500 ribu tabung elpiji ukuran tiga kilogram yang berkualitas rendah. Produsen disinyalir telah memproduksi tabung baja dengan bahan baku baja lunak berkualitas rendah (SPHC) yang diimpor dari China dan Korea.

Padahal, dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 102/2008 disebutkan, produksi tabung baja tiga kilogram harus menggunakan bahan baku baja SG 295. Dengan mutu yang rendah akibat kualitas bahan baku yang rendah, disinyalir dalam dua tahun ke depan banyak tabung yang meledak. Kembali keselamatan masyarakat terancam.

Lagi-lagi hal ini terjadi akibat usaha mencari keuntungan dengan cara yang tidak halal. Biasanya juga melibatkan banyak oknum. Mulai dari produsen, regulator, dan pihak-pihak lain yang berkaitan dengannya. Maka diperlukan segera upaya pemerintah untuk mengatasi persoalan ini, dan juga persoalan lainnya tentu. Jangan sampai penertiban berhenti di tengah jalan karena terbentur ‘invisible wall’ yang biasa menghadang.

Bagaimana masyarakat ? Apakah menunggu untuk jadi korban berikutnya ? Mudah-mudahan bukan itu yang terjadi.

Sumber berita dan gambar vivanews.com 

Judul: Perlindungan Masyarakat dan Kualitas Tabung Gas; Ditulis oleh ifoel; Rating Blog: 5 dari 5

No comments:

Post a Comment