Oct 20, 2011

Fadel Muhammad Merasa Kecewa dan Terzalimi

Reshuffle sudah dimumkan dan Menteri baru sudah dilantik. Fadel Muhammad salah seorang menteri yang tergeser merasa kecewa dan terzalimi dengan penggeseran dirinya. Dengan media, Fadel Muhammad berbagi kekecewaan atas hal tersebut. Berikut berita tentang kekecewaan dan perasaan terzalimi yang bersumber dari Harian Seputar Indonesia.

Fadel Muhammad: Saya Kecewa dan Terzalimi

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad tak bisa menutupi kekecewaannya terhadap keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang telah mencopotnya sebagai menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

Dia menilai apa yang dilakukan Presiden terhadap dirinya itu adalah penzaliman. Fadel yang pada detik-detik akhir finalisasi reshuffle sempat datang ke Istana, tetapi tidak bisa bertemu dengan Presiden SBY, harus meninggalkan jabatannya dan diganti koleganya di Partai Golkar,Sharif Cicip Sutardjo. Mantan Gubernur Gorontalo itu mengaku tidak mengetahui alasan Presiden SBY memberhentikan dirinya.Fadel juga mengaku tidak tahu apakah pemberhentian itu terkait mekanisme internal Partai Golkar.

” Sebagai manusia biasa saya punya hati,punya jiwa.Saya tidak tahu alasannya (dicopot),saya merasa terzalimi.Sampai hari ini semua itu masih misteri,”ujar Fadel di halaman Istana Negara,Jakarta. Tadi malam,tokoh kelahiran Ternate, Maluku, 20 Mei 1952 itu mengungkapkan kegundahannya kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Fadel yang didampingi sang istri, Hana Hasanah, menemui Ical di Kantor DPP Partai Golkar,Jakarta. Fadel juga mengaku kecewa karena baru diberi tahu didepak dari kabinet 10 menit sebelum Presiden mengumumkan susunan kabinet baru, Selasa (18/10) pukul 20.00 WIB.

”Kan saya bekerja dua tahun. Kalau saya mau diberhentikan bilang dong. ‘Pak Fadel, tugas kamu selesai dua tahun. Saya terimakasih tugas kamu sudah bagus’,”ujar Fadel. Ketua Umum Pengurus Dewan Jagung Nasional itu menuturkan, pada Selasa (18/10) pukul 15.30 WIB,Mensesneg Sudi Silalahi menghubunginya dan menginformasikan bahwa dirinya dipersilakan Presiden tetap pada jabatan yang sama.”Pukul 08.00 malam kurang 10 menit (menjelang pengumuman reshuffle) baru saya dihubungi.Terputus- putusteleponnya olehPak Sudi, dikatakan bahwa ‘nama saudara tidak akan disebutkan oleh Presiden’.

Terus dia (Sudi) bilang,‘Maaf ya,maaf,Presiden panggil saya’,” ungkap lulusan Teknik Fisika ITB itu dengan suara yang masih emosional. Kekecewaan juga disampaikan sang istri, Hana Hasanah. Hana mengaku, saat Presiden SBY sedang membacakan pengumuman susunan KIB II yang baru, dirinya sedang berada di Yogyakarta untuk menghadiri pernikahan putri Sri Sultan Hamengku Buwono X sehingga tidak bisa mendampingi Fadel. Dia sendiri sama sekali tidak menyangka suaminya akan didepak dari kabinet.

”Jadi Selasa (18/10) sore,Pak Fadel datang ke Istana dan dia sempat bilang ke saya bahwa dirinya tidak akan terkena reshuffle karena tidak ada informasi apa-apa dari Mensesneg Sudi Silalahi.Jadi saya diizinkan untuk berangkat ke Yogyakarta mewakili Bapak,”kisahnya kepada SINDOdi Jakarta kemarin. Karena menghadiri pesta pernikahan, dia tidak menonton televisi untuk memantau berita perkembangan reshuffle. Saat pengumuman reshuffle pukul 20.00 WIB, Hana mengaku tenang-tenang saja karena merasa suaminya tidak akan terkena reshuffle.

Hingga pukul 22.00 WIB malam saat perjalanannya pulang ke Jakarta, tiba-tiba teman-teman mengirimkan pesan singkat melalui telepon genggam yang isinya menyampaikan simpati. Pada saat itu,suaminya juga tidak memberi kabar apa-apa hingga malam hari. Padahal suaminya yang selalu memberi kabar jika ada sesuatu yang penting.”Lalu saya telepon Bapak sesampainya di Jakarta dan dia menyampaikan dengan kalimat, ‘Saya nggak lanjut.’ Saya langsung bilang,”Nggaksalah? Itu salah barangkali.Nggak mungkinlah’,”paparnya.

Hana kemudian menandaskan, sebetulnya Fadel diberhentikan dari jabatan menteri tidak menjadi masalah.Namun dirinya sangat menyayangkan cara pemberhentian yang menurutnya tidak etis. Sementara itu, Aburizal Bakrie menganggap kekecewaan Fadel hal wajar. ”Kalau kecewa pada hari pertama itu biasa. Sudah itu beliau mengerti,” tandas Ical. Menko Polhukam Djoko Suyanto membantah bahwa pencopotan Fadel adalah sebagai bentuk penzaliman Presiden. ”Presiden memiliki evaluasi sendiri terhadap para menterinya, jadi tidak ada dizalimi,” ujar mantan Panglima TNI itu.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru, SharifCicipSutardjo,menampik ada persaingan internal Partai Golkar untuk merebut satu jatah kursi menteri.”Saya dan dia (Fadel) masih berkomunikasi. Dia cuma tanya alasannya (pencopotan) saja dan saya pikir itu wajar,” ujarnya pada serah terima jabatan menteri kelautan dan perikanan di Jakarta kemarin. Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa jam menjelang pengumuman reshuffle, Fadel sempat datang ke Istana, tapi tidak diterima Presiden.

Kemarin Fadel kembali datang ke Istana.Kepada wartawan dia menjelaskan bahwa kedatangannya ke Istana bukan untuk mencari tahu alasan dirinya dicopot oleh Presiden, melainkan memenuhi undangan Istana untuk menghadiri pelantikan menteri yang telah diterima dua hari sebelumnya. Meski tak lagi menjadi sebagai menteri, pada pelantikan kemarin Fadel Muhammad tetap berdiri di jajaran menteri KIB II. Ini berbeda dengan menteri lain yang sudah dicopot seperti Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar dan Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata yang berdiri di jajaran para tamu.

Seusai pelantikan,Fadel bersama istrinya mendekati Ibu Negara Ani Yudhoyono yang sedang beramah-tamah dengan Ibu Herawati Boediono.Pada kesempatan itu,Fadel meminta Ibu Ani untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan. Istri Fadel yang menggunakan pakaian nasional berwarna pink tampak tak bisa menahan rasa haru.Seusai difoto, Hana berkali-kali mengusap air matanya.

Judul: Fadel Muhammad Merasa Kecewa dan Terzalimi; Ditulis oleh ifoel; Rating Blog: 5 dari 5

No comments:

Post a Comment