Nov 28, 2008

Nasionalisme PKS II

pks1

sumber : inilah.com

 27/11/2008 09:10

Ini dia pandangan seseorang yang nota bene adalah ‘orang luar’ yang mungkin bisa berbagi pandangan tentang apa dan bagaimana PKS.

PKS Nasionalis atau Sektarian?

Membicarakan Nasionalisme PKS memang menarik. Aksi-aksi sosialnya yang heroik dan keberaniannya melawan korupsi melebihi kapasitas kursi yang dimilikinya. Namun karena dasarnya menggunakan agama maka nasionalismenya dipertanyakan.

Pertanyaan tentang nasionalisme sempat terlontar dari saudara Yakobus Meliala yang ditulis di inilah.com, kurang lebih tentang ketulusan perjuangan PKS untuk bangsa Indonesia secara keseluruhan atau tidak.

Menakar nasionalisme memang tidak mudah, tetapi kecurigaan tanpa ada bukti juga tidak menyelesaikan masalah. Saya menawarkan ide untuk menakar nasionalisme PKS menggunakan tiga ukuran: Konsep dan perilaku sadar-terencana, Perilaku spontan, dan Perilaku didaerah dimana PKS mayoritas/menang.

Konsep dan perilaku sadar-terencana mewakili keinginan mendalam dan tertinggi dari para pendiri partai, apa yang ingin dicapai dengan mendirikan partai. Dari sana kita bisa menimbang seberapa serius dan seberapa cerdas mereka.

Apakah visi dan misi menjawab persoalan bangsa? Atau hanya keinginan kelompoknya? Selain itu Platform partai apakah rinci dan bisa dipahami secara detail partai itu ingin apa dan bagaimana caranya? Kalau visi-misi-platform asal jadi, acak-acakan dan seperti portofolio perusahaan kaki lima partai tersebut tidak perlu diperhitungkan.

Perilaku spontan untuk mengukur apakah mereka menulis visi-misi-platform sekedar pajangan dan orgasme ilmiah ataukah berdasarkan nurani. Partai topeng dan partai yang berdasar nurani akan terlihat dari perilaku spontan.

Sedangkan perilaku di daerah mayoritas merupakan simulasi jika mereka menang di tingkat nasional. Kalau suatu partai menang di suatu daerah dan perilakunya menindas, say good bye saja. Tidak usah dipilih.

Begitu juga jika hasilnya hanya memperkaya diri dan orang-orang partainya, itu tanda paling nyata dari bibit nepotisme.

Tentang konsep PKS bisa dilihat dari visi/misi dan platform partai yang bisa diakses di website PKS. Saya pikir mereka juga menyediakan diri untuk menjawab pertanyaan tentang konsep yang mereka jual.

Tentang perilaku sadar-terencana bisa juga dilihat dari program kerja, yang dengan mudah akan didapatkan dari website dan kantor cabang terdekat. Cara yang paling mudah mungkin dengan searching menggunakan google.

Namun cara ini ada kelemahannya, seperti adagium semua visi,misi dan platform bahkan partai pastilah baik. Kecuali kecelakaan saja, seperti saat dialog PDS dengan MetroTV yang mengatakan programnya adalah membela hak pendirian gereja-gereja.

Alternatif lain untuk mengukur tingkat nasionalisme bisa dilihat dengan perilaku spontan yang ditunjukkan saat ada bencana. Ketika ada bencana di Nabire atau Maumere yang keduanya mayoritas non muslim, PKS juga turun dengan semangat sama seperti ketika PKS turun membantu musibah tsunami Aceh.

Kalau melihat perilaku partai dimana mereka minoritas tentu saja akan mudah dituduh hanya sekadar mencari suara atau takut diintimidasi. Di Kabupaten Bekasi tidak ada program islamisasi atau diskriminasi pelayanan sosial terhadap minoritas Hindu, walaupun bupatinya dari PKS.

Kebetulan karena tugas kantor yang mengharuskan berpindah-pindah, saya pernah tinggal cukup lama di kota Bogor, pernah beberapa saat tinggal di Jakarta, Bekasi, Tangerang, Semarang, dan Yogya. Begitu juga pernah di Kupang, Maumere, Singkawang (Kalimantan Barat) dan tentu saja Bali. Karena tinggal yang berpindah-pindah itulah saya bisa sedikit menilai perilaku partai-partai (termasuk PKS).

Bandingkan dengan PDS dan PDIP di Bali saat sosialisasi UU Pornografi. Bukan masalah setuju dan tidak setuju, tetapi cara menyatakan pendapat dengan memprovokasi massa dan mengintimidasi wartawan agar sesuai dengan keinginannya serta menolak dialog merupakan ancaman terhadap demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Sebuah perilaku yang tidak saja mengganggu partai lain, tetapi juga mengecewakan konstituen karena tidak menunjukkan kematangan berpikir. Apakah para petinggi partai itu merasa kalau kepentingan konstituen dibela dengan membabi buta kemudian menjadi senang? Yang pasti malu, bukankah bisa menolak dengan elegan, argumentatif dan lebih demokratis?

Suatu partai dinilai sebagai nasionalis atau sektarian menjadi sangat nisbi kalau dinilai hanya dari dasar partai. Sehingga pertanyaan PKS termasuk nasionalis atau sektarian juga bisa dipertanyakan kepada Golkar, PDIP, Demokrat, PAN atau partai-partai lain.

Menjawab judul artikel ini, PKS nasionalis atau sektarian? Mungkin jawabnya nasionalisme PKS tidak jauh berbeda dengan partai lain, asalkan alat untuk mengukurnya tidak semata-mata dasar partai tetapi lebih komprehensif. Walaupun begitu saya tetap kurang setuju kalau dikatakan PKS paling nasionalis walau dengan tanda tanya. Kalaupun ada kelebihan PKS dibanding partai-partai lain mungkin hanya beda-beda tipis.

 

I Made Artjana, artjana@sctvnews.com

Judul: Nasionalisme PKS II; Ditulis oleh ifoel; Rating Blog: 5 dari 5

No comments:

Post a Comment